نبذة مختصرة : Latar Belakang: Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat dengan 35,4% masyarakat mengalami obesitas. Salah satu penyebabnya yaitu pemilihan makanan yang kurang sehat yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan gizi dan gaya makan eksternal. Tujuan: Menganalisis pengaruh jenis kelamin, pengetahuan gizi dan gaya makan eksternal terhadap pilihan makanan sehat. Metode: Penelitian behavioral measurement dengan quasi experimental design yang melibatkan 123 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan 123 responden. Penelitian dilakukan di laboratorium psikologi dengan menggunakan instrumen Fake Food Buffet (FFB) untuk pilihan makanan, skala Nutrition Knowledge Questionnaire (NKQ) untuk pengetahuan gizi dan skala Dutch Eating Behavior Quetionnaire (DEBQ) untuk gaya makan eksternal. Analisis data menggunakan generalized linear model. Hasil: Sebanyak 61,8% reponden memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) normal. Terdapat hubungan negatif antara jenis kelamin dan pengetahuan gizi terhadap pilihan makanan sehat (p-value=0,043; η2=0,035). Perempuan dengan skor pengetahuan gizi yang baik lebih rendah pilihan makanan sehatnya daripada laki-laki. Selain itu, interaksi antara jenis kelamin, pengetahuan gizi, dan gaya makan eksternal berkorelasi positif terhadap pilihan makanan sehat (p-value=0,036; η2=0,038). Perempuan dengan skor pengetahuan gizi yang baik dan memiliki gaya makan eksternal akan memilih makanan yang sehat dibanding laki-laki. Kesimpulan: Pengetahuan gizi dengan gaya makan eksternal berpengaruh terhadap pilihan makanan sehat. Kebiasaan makan seseorang, terutama dalam konteks jenis kelamin, dapat mempengaruhi konsistensi dalam membuat pilihan makanan sehat. Dengan demikian, penelitian selanjutnya disarankan untuk meninjau lebih lanjut faktor kebiasaan makan seseorang.
No Comments.